Tampilkan postingan dengan label Productive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Productive. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2010

Twelve Tips to Create a Happier (and More Productive) Workplace.

Every Wednesday is Tip Day.
This Wednesday: 12 tips to create a happier (and more productive) workplace.
I just finished First, Break All the Rules by Marcus Buckingham and Curt Coffman. I’d heard about it for years, but I didn’t actually pick up a copy until a smart friend told me to read it.
The authors did a study with the Gallup Organization to find a way, among other things, to measure strong workplaces, ones that would attract and retain the most productive employees.
They came up with a list of twelve questions, where, if employees answered “yes” and were happier in their workplaces, they tended to work in business units with higher levels of productivity, profit, retention, and customer satisfaction – which shows that there is a link between how employees feel and how they perform.
This is a good list to use if you’re a manager who wants to create a happier and more productive work environment, or if you’re a job seeker/holder who wants criteria by which to judge a workplace.
Also, if you’re not happy at work, and you’re trying to Identify the problem, take a look at this list. It suggests strategies for improving your situation. Not everything is within your control, of course, but perhaps you could identify for your boss what you need to change #2 from “no” to “yes” or to shift responsibilities so you get #3. Or can you make an effort to gain #10?

1. Do I know what is expected of me at work?
2. Do I have the materials and equipment I need to do my work right?
3. At work, do I have the opportunity to do what I do best every day?
4. In the last seven days, have I received recognition or praise for doing good work?
5. Does my supervisor, or someone at work, seem to care about me as a person?
6. Is there someone at work who encourages my development?
7. At work, do my opinions seem to count?
8. Does the mission/purpose of my company make me feel like my work is important?
9. Are my co-workers committed to doing quality work?
10. Do I have a best friend at work? [But don’t have an office affair!]
11. In the last six months, have I talked with someone about my progress?
12. This last year, have I had opportunities at work to learn and grow?
The first six questions have the strongest links to business outcomes (productivity, profitability, retention, and customer satisfaction).
I was also interested to see that the study suggested that people’s opinions of their workplaces are more determined by their immediate manager than by the overall company. It was their direct manager – not money, benefits, perks, or a charismatic leader at the top – that was the critical element for people.

Minggu, 27 Juni 2010

20 Tips to Become More Productive and Happy at Work - Bagian 1


Apakah Anda terjebak pada pola kerja yang sangat membosankan, yang membuat Anda menjadi jenuh dan tidak bahagia dengan pekerjaan Anda saat ini? Apakah Anda ingin lebih produktif dan mendapat kepuasan dalam pekerjaan Anda?

Berikut ini adalah beberapa tips untuk memperbaiki pola pikir, rutinitas dan gaya kerja Anda. Ikuti berbagai tips ini, dan Anda akan melihat perubahan yang terjadi!

1. Buatlah perencanaan

Mulailah hari Anda dengan memberikan ekstra waktu 15 menit setiap hari untuk menyusun perencanaan. Tuliskan 1 s/d 3 hal-hal yang terpenting yang harus Anda lakukan hari ini. Pikirkan 3 prioritas hari ini yang menunjang kearah target Anda. Dan jangan lupa, orang yang mudah jenuh dan bosan adalah orang yang tidak memiliki "peta kehidupan" yang jelas. Jadi buatlah "goal setting" Anda, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Buatlah "Power Question"

Tuliskan di sebuah "post-it-note" atau diselembar kertas, tulisan "Apakah saya sudah gunakan waktu saya dengan maksimal hari ini?" Tulisan pertanyaan ini akan menolong pikiran Anda untuk bertindak produktif dan keluar dari lingkaran malas-malasan.

3. Jangan jadi "Perfeksionis"

Seorang perfeksionis tidak akan pernah puas dengan apa yang dilakukan hari ini. Selalu saja ada kesalahan, ada problem dan ada hal yang tidak beres dengan tugas hari ini. Anda tidak bisa bertindak seperti Tuhan yang bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan sempurna. Terimalah kekurangan yang terjadi. Yang penting, hal-hal utama sudah bisa terselesaikan.

4. Jangan langsung cek email

Kecuali apabila memang tugas Anda mengharuskan mengecek email dari menit ke menit, maka letakan urusan email setelah tugas yang paling penting bisa diselesaikan. Sadarkah Anda, berapa banyak orang yang terjebak dengan email dan berlama-lama didepan komputer dan melakukan hal-hal yang bukan prioritas utama?

5. Take a break

Setiap 1 - 2 jam berkonsentrasi didepan komputer atau tenggelam dengan segala macam analisa, ada baiknya bila Anda istirahat sejenak barang 10 - 15 menit. Hal ini akan memulihkan konsentrasi dan fisik Anda kembali .

6. Delegasi atau hapus

Delegasikan segala tugas-tugas yang "remeh" kepada staff Anda ( bila ada ). Fokus & prioritas pada tugas-tugas utama dan yang lebih penting. Bila perlu hapus segala kegiatan yang tidak menunjang target Anda hari ini, misalnya ngegosip, menjawab telpon tawaran kartu kredit, dsb.

7. Putuskan untuk selalu "happy", antusias, selalu mengucap syukur dan berpikiran positif

Menjadi sosok professional yang produktif dan kompetitif, tidak berarti Anda harus serius setiap saat. Buat keputusan untuk "happy all the time" dan latihan berespon positif walau sedang "puyeng 7 keliling". Hindari percakapan negatif yang akan meruntuhkan semangat Anda.

8. Menerima & memahami rekan kerja yang negatif

Orang yang bersikap dan berpikiran negatif, biasanya sedang mengalami masalah atau memiliki latar belakang yang kurang menyenangkan. Belajar untuk memahami mereka. Ketika Anda menjumpai orang yang menyebalkan, Anda hanya memiliki 2 pilihan, yaitu menjadi emosi dan tertular negatif atau tetapkan dalam pikiran Anda,"Dia pasti sedang mengalami masalah berat, saya akan coba untuk memotivasi dia". Intinya, Anda mau tersedot sikap negatif dia, atau Anda mau menebar aura positif kepada dia. Anda yang pilih!

9. Setahap demi setahap , bila Anda sedang banyak masalah

"Go slow!" Jangan terburu nafsu. Selesaikan satu persatu. Seperti melerai benang kusut, lakukan setahap demi setahap. Cari seseorang ( yang berpikiran positif ) untuk bisa bagi cerita masalah Anda. Sekali lagi, jauhi si "negative thinker" dan tukang gossip.

10. Jangan coba menggeser "gunung"

Pernah alami hal seperti ini ? Deadline ketat, boss yang "menyebalkan", pelanggan yang kasar, rekan kerja yang egois, computer yang "lemot" ( lambat ). Hadapi saja semua nya dengan mengucap syukur, jangan coba-coba punya keinginan untuk mengubah "gunung" yang tidak bisa digeser. Cari jalan lain, putar, u-turn, intinya, tujuan tetap harus tercapai. Jangan merengek dan mengeluh dikaki "gunung" dan buang-buang waktu!

Freddy Liong, MBA, CBA - Success@Work book writer & Coach

careers, Jobs Indonesia, Indonesia Vacancy


Bookmark and Share